What Do You Think?: Alesan Kenapa Orang Gatahan LDR

Pagi ini aku ga sengaja ngeliat snapgram Phosphenous. Isinya menarik bgt karena ini bener-bener baru terjadi sama aku. Si Phosphenous ini bahas tentang hubungan Long Distance Relationship dan alesan kenapa kebanyakan orang gatahan sama hubungan kaya gini. Kalo kalian mau liat langsung bisa cek di Instagram phosphenous.jpg siapa tau snapgramnya dijadiin highlight.

Jadi awalnya mereka itu ngadain semacam polling tentang LDR. Hasilnya adalah seperti ini.



Lebih dari setengah pasangan LDR berhenti di tengah jalan dan kebanyakan alesan mereka putus adalah karena mereka nemu sesuatu yang lebih dari pasangan mereka.

Phosphenous ini ngejelasin apa aja yang bikin LDR gabisa bertahan lama. Dan sekarang aku bakal tulis ulang sebagian.
1. Your love language is physical touch
If you need to be touched physically to feel loved, I'm sorry, but long-distance relationship may not be the best option for you.
When it's 2 AM and the weights of the world is on your shoulders, and all you need right now is to be held closely, dan yang bisa dia berikan hanya serumpun emoji dan kata-kata...
Disaat kamu sedang merasa penuh kasih sayang dan kamu butuh untuk menunjukannya kepada seseorang dengan cara pelukan erat dan kecupan-kecupan kecil di keningnya, tapi dia jauh...
Sabar sih, tapi sampai kapan?
Ya... berkorban. Rela?
2. Trust and Insecurities/lack of self-love
Trust is the most important factor in any relationship, ecpecially long-distance. Ketidakpercayaan dirimu seringkali mempengaruhi bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. If you're insecure, you'll lack the confidence to trust your partner untuk menepati janji-janjinya and to continue loving you karena kamu berharga. 
Seringkali juga insecurities are shown in jealously. Karena kamu tidak percaya diri, yang artinya kamu merasa bahwa kamu kurang berharga, kamu juga tidak percaya bahwa pasanganmu mencintaimu dengan tulus. Kamu senantiasa khawatir bahwa dia akan menemukan orang lain yang akan dia anggep lebih berharga daripada kamu.
Dibicarakan baik-baik. Jangan marah-marah hanya karena dia bersosialisasi. Marah-marah juga tidak akan membuat dia setia.
Setelah kamu mengomel untuk kesekiankalinya dan dia bilang akan tidur karena lelah... yakin?
3. Lingkunganmu mengubahmu
Ketika dia ada di kota baru, dengan orang-orang baru, melakukan aktivitas baru, melihat dan mengalami hal-hal baru; apakah dia masih orang yang sama? Dan kalau dia berubah, apakah kamu masih mencintainya? Apakah dia masih mencintaimu? Apakah tujuan kalian dalam hubungan tersebut masih sejalan?
Dan sebaliknya.
Semoga kamu, atau pasanganmu, pintar-pintar memilih pergaulan yang mendukung.
4. Waktu dan Usaha
Waktunya mulai dipenuhi dengan kesibukan-kesibukan baru. Dan, bukannya kamu tidak mau mengerti, kamu hanya ingin dikabari. Sebentar saja. 
Benar adanya bahwa no one is too busy, it's just a matter of priority.
Waktu itu milik kita. Untuk apa waktu itu kita pakai adalah keputusan kita. Tanpa sadar,sering kita membuat daftar hal-hal yang akan kita lakukan, dan dengan tidak sadar juga, ini adalah hal-hal yang kita anggap penting.
Ketika dia bahkan tidak bisa meluangkan sedikit waktu untuk berbicara denganmu, ada di nomor berapa kamu dalam daftar prioritasnya? Seberapa pentingnya hubungan kalian? Usaha apa yang dia lakukan hanya sekedar untuk membuatmu tidak cemas dan merasa diingat?
5. Pertengkaran yang tidak selesai
Kalau ribut, jangan mau dikendalikan emosi.
Jangan biarkan matanya terlelap dalam kemarahan atau kesedihan. Jangan biarkan pikirannya berpikir sendirian dalam kegelapan.
Kalau butuh waktu dan jarak, komunikasi. Harus dengan kepala dingin, jika mau diskusi.
6. Kangen
Mengerti,kok. Pasti rindu.
Cara menahan rindu? Tidak ada.
Rindu itu tidak bisa ditahan. Mencoba menahan rindu, yang ada malah makin rindu.
Rindu itu baik. Namanya masih sayang. Kalau udah nggak rindu, bahaya.
Bersyukur, masih rindu sama yang merindukan kembali.

Cinta itu sulit. Apalagi kalau jauh.

And yes. I'm totally agree. Bisa dibilang aku kurang bisa ngejalanin hubungan long-distance. Apalagi dengan pasangan yang gampang curigaan. Bikin nyiksa wkwk. Jadi buat kalian yang masih bertahan dengan hubungan long-distance semangat ya! Selama komunikasi masih baik, aku yakin kalian bakal oke oke aja.
Be happy and take a coffee with u!

Comments